Entri yang Diunggulkan

SEJARAH : OMNIBUS LAW

8 oktober 2020   Dimulai saat massa aksi berkumpul disuatu titik untuk bergerak. Long march dimulai ratusan mahasiswa almamater biru b...

Sabtu, 15 Juni 2019

TOKOH : NAMRUDZ, INI PUISI UNTUKMU

Pada akhirnya aku telah membenarkan perkataan Rendra bahwa pendidikan dan ilmu ilmu yang telah diajarkan dan kuterima ini kelak akan menjadi alat pembebasan atau malah penindasan. Aku benci kenyataan ini bahwa kau Namrudz belum begitu lama ditinggali oleh orang orang baik dan sholeh. Namun engkau menyelewengkannya. Apakah bapak mu tidak mengajarimu cara membaca dan menulis serta berakhlak. Kenapa engkau malah membaca dan menulis sihir serta bermunajat kepada iblis. Kenapa ilmu matematikamu menjadikanmu humanis hingga mengaku illahinis.
Kenapa engkau ingkari ketetapan tuhan yang telah di sampaikan kakekmu Nuh As. Lupakah engkau saat dunia ini dibersihkan dari para pendosa dan perusak lalu diselamatkan kakekmu pada bahtera besar. Kenapa engkau lebih mendengar bujuk rayu iblis lalu kau nikahi ibumu Semiramis??!!! Kau tak bermoral dan tak beradab. Kau adalah akar kerusakan di muka bumi ini. Kau adalah kuda pelana iblis ternyaman yang mudah ditunggangi. Kau wariskan keturunan keturunan bijak lagi bejat setelah mu. Ibumu memang telah gila sejak awal, mengatakan bahwa engkau adalah titisan tuhan yang diselipkan di rahimnya, ketahuilah ayahmu adalah Kush bin Ham bin Nuh As. Kau terperdaya sebab kau mengkehendakinya. Lalu kau proklamirkan dirimu sebagai tuhan hingga kau berakhir kocak sebab dimatikan tuhan dengan seekor nyamuk. Bagaimana kabarmu kini wahai kuda pelana iblis. Engkau mendengarkan hasutan tukang sihir untuk membakar utusan Allah Ibrahim as.???. Engkau mendustakan kebenaran yang dibawanya???. Engkau dengarkan suara hamba durhaka Allah yang sedang menjalani hukuman dan penantian untuk sampai ke neraka????. 
Engkau adalah kegelapan yang diabadikan serta dilestarikan. Anak mu yang lahir dari rahim ibumu pun mendapatkan umpan dari kail yang sama dari ibumu si Semiramis itu, sang pembawa kayu bakar yang dilehernya diikat tali dari sabut. Lalu bagaimana kabar menara pencakar langit mu duhai raja, yang kau tujukan untuk mencapai Arasy Allah. Lalu dengan bangga kau melayangkan anak panah ke langit lalu kau diperdayakan sebab cairan merah menetes dari langit. Bagaimana sungguh wah bukan.. telah membunuh tuhan yang bahkan darah di tubuhmu tidak mengalir kecuali karna izin darinya. Bagaimana rasanya duhai raja diraja Babilonia lama, pemerintah rakyat Sumeria Kuno. Era dimana Marduk begitu bahagia sebab engkau telah berdiri di ujung dari ujung nya kesesatan.
            Selain rasa marah dan benciku kepadamu juga kuhaturkan maafku padamu setitik. Sebab, sebelumnya dalam imajiku kaulah satu satunya yang dzalim, kaulah satu satunya yang jahannam, ternyata para tangan kanan iblis yang berada di sekelilingmu membuat resonansi bisikan iblis sejelas suara para penyanyi tak berbusana masa kini yang juga antek antek nya temanmu si Iblis.
            Kau sukses mendidik kader dengan baik. Pada masa nabi Ibrahim dan masa mu wahai Nimrud!!!;. Kerajaanmu yang hancur membuat ajaran kabbalistik nan esoterismu pada lucifer berhijrah ke mesir. Di masa Ramses II. Kau seolah bangkit dari kubur. Kau hidup kembali dalam raganya. Mereka menyembah lucifer Ra. Trinitas Namrud, Samiramis dan Ninus kini berevolusi menjadi Osiris, Horus dan Isis. Keren yaa, sampai hadir Nabi Allah Musa untuk mendakwahi mu. Dan seperti biasa, kau memerangi nya. Dan lagi lagi karna bisikan para tukang sihir yang merupakan tanganan kanan iblis itu yang meghembuskannya.
    Aku sadar bahwa kalian hanya lah pelana yang di kendalikan, dikontrol dan dikuasai iblis si laknat. Tapi takkan mungkin kau bisa dikendalikan, dikontrol dan dikuasai kalau bukan kau sendirilah yang mengizinkannya. Kau meridhoinya, kau menyerahkannya, kau mematuhinya. Pasti kini kau sedang mendera berharap untuk kembali ke dunia dan beramal shalih. Bahkan firaun mengakui, mengimani dan mengatakan bahwa dia percaya pada tuhannya Musa diujung maut laut merah. Namun apa daya tak ada maaf sebab peringatan telah didustakan dan di cemoohkan. Hingga generasi mu berikutnya si Musa, ya si Musa ibn Zaffar As Samiri. Pelana yang sukses di pegang iblis membuat patung lembu dari emas. Dengan sedikit sentuhan sihir patung bisa bergerak dan bersuara sukses membuat bani israil Kafir seketika. Padahal masih hidup Nabi Musa yang pada saat itu sedang menerima wahyu di bukit Sinai. Bahkan Nabi Harun masih ada dan hidup di tengah tengah kaum itu. Terbelahnya laut merah, memancarnya 12 mata air, Manna dan Salwa bagaikan hanya peristiwa dalam dongeng. Kebesaran tuhan seakan hanya kisah kisah yang diceritakan sebelum tidur. Sungguh besar fitnah yang sudah kau luncurkan wahai Iblis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar