Pada akhirnya
aku telah membenarkan perkataan Rendra bahwa pendidikan dan ilmu ilmu yang
telah diajarkan dan kuterima ini kelak akan menjadi alat pembebasan atau malah
penindasan. Aku benci kenyataan ini bahwa kau Namrudz belum begitu lama ditinggali oleh
orang orang baik dan sholeh. Namun engkau menyelewengkannya. Apakah bapak
mu tidak mengajarimu cara membaca dan menulis serta berakhlak. Kenapa engkau malah membaca dan menulis sihir serta bermunajat kepada iblis. Kenapa ilmu
matematikamu menjadikanmu humanis hingga mengaku illahinis.
Kenapa engkau
ingkari ketetapan tuhan yang telah di sampaikan kakekmu Nuh As. Lupakah engkau
saat dunia ini dibersihkan dari para pendosa dan perusak lalu diselamatkan
kakekmu pada bahtera besar. Kenapa engkau lebih mendengar bujuk rayu iblis lalu
kau nikahi ibumu Semiramis??!!! Kau tak bermoral dan tak beradab. Kau adalah
akar kerusakan di muka bumi ini. Kau adalah kuda pelana iblis ternyaman yang
mudah ditunggangi. Kau wariskan keturunan keturunan bijak lagi bejat setelah
mu. Ibumu memang telah gila sejak awal, mengatakan bahwa engkau adalah titisan
tuhan yang diselipkan di rahimnya, ketahuilah ayahmu adalah Kush bin Ham bin
Nuh As. Kau terperdaya sebab kau mengkehendakinya. Lalu kau proklamirkan dirimu
sebagai tuhan hingga kau berakhir kocak sebab dimatikan tuhan dengan seekor
nyamuk. Bagaimana kabarmu kini wahai kuda pelana iblis. Engkau mendengarkan
hasutan tukang sihir untuk membakar utusan Allah Ibrahim as.???. Engkau
mendustakan kebenaran yang dibawanya???. Engkau dengarkan suara hamba durhaka
Allah yang sedang menjalani hukuman dan penantian untuk sampai ke neraka????.
Engkau adalah kegelapan yang diabadikan serta
dilestarikan. Anak mu yang lahir dari rahim ibumu pun mendapatkan umpan dari
kail yang sama dari ibumu si Semiramis itu, sang pembawa kayu bakar yang
dilehernya diikat tali dari sabut. Lalu bagaimana kabar menara pencakar langit
mu duhai raja, yang kau tujukan untuk mencapai Arasy Allah. Lalu dengan bangga
kau melayangkan anak panah ke langit lalu kau diperdayakan sebab cairan merah
menetes dari langit. Bagaimana sungguh wah bukan.. telah membunuh tuhan yang
bahkan darah di tubuhmu tidak mengalir kecuali karna izin darinya. Bagaimana
rasanya duhai raja diraja Babilonia lama, pemerintah rakyat Sumeria Kuno. Era
dimana Marduk begitu bahagia sebab engkau telah berdiri di ujung dari ujung nya
kesesatan.
Selain
rasa marah dan benciku kepadamu juga kuhaturkan maafku padamu setitik. Sebab,
sebelumnya dalam imajiku kaulah satu satunya yang dzalim, kaulah satu satunya
yang jahannam, ternyata para tangan kanan iblis yang berada di sekelilingmu
membuat resonansi bisikan iblis sejelas suara para penyanyi tak berbusana masa
kini yang juga antek antek nya temanmu si Iblis.
Kau
sukses mendidik kader dengan baik. Pada masa nabi Ibrahim dan masa mu wahai
Nimrud!!!;. Kerajaanmu yang hancur membuat ajaran kabbalistik nan esoterismu
pada lucifer berhijrah ke mesir. Di masa Ramses II. Kau seolah bangkit dari
kubur. Kau hidup kembali dalam raganya. Mereka menyembah lucifer Ra. Trinitas
Namrud, Samiramis dan Ninus kini berevolusi menjadi Osiris, Horus dan Isis.
Keren yaa, sampai hadir Nabi Allah Musa untuk mendakwahi mu. Dan seperti biasa,
kau memerangi nya. Dan lagi lagi karna bisikan para tukang sihir yang merupakan
tanganan kanan iblis itu yang meghembuskannya.
Aku sadar bahwa kalian hanya lah pelana yang di
kendalikan, dikontrol dan dikuasai iblis si laknat. Tapi takkan mungkin kau
bisa dikendalikan, dikontrol dan dikuasai kalau bukan kau sendirilah yang
mengizinkannya. Kau meridhoinya, kau menyerahkannya, kau mematuhinya. Pasti
kini kau sedang mendera berharap untuk kembali ke dunia dan beramal shalih.
Bahkan firaun mengakui, mengimani dan mengatakan bahwa dia percaya pada
tuhannya Musa diujung maut laut merah. Namun apa daya tak ada maaf sebab
peringatan telah didustakan dan di cemoohkan. Hingga generasi mu berikutnya si
Musa, ya si Musa ibn Zaffar As Samiri. Pelana yang sukses di pegang iblis
membuat patung lembu dari emas. Dengan sedikit sentuhan sihir patung bisa
bergerak dan bersuara sukses membuat bani israil Kafir seketika. Padahal masih
hidup Nabi Musa yang pada saat itu sedang menerima wahyu di bukit Sinai. Bahkan
Nabi Harun masih ada dan hidup di tengah tengah kaum itu. Terbelahnya laut
merah, memancarnya 12 mata air, Manna dan Salwa bagaikan hanya peristiwa dalam
dongeng. Kebesaran tuhan seakan hanya kisah kisah yang diceritakan sebelum
tidur. Sungguh besar fitnah yang sudah kau luncurkan wahai Iblis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar