Pembakaran Bendera Ar Royah Oleh Banser. Pembakaran ini terjadi di garut bertepatan dengan
Hari Santri Nasional. Memang
hari ini umat islam telah terpecah menjadi dua golongan, perpecahan pun tak
lepas dari kepentingan politik dan agama. Peristiwa yang berlangsung hari ini
benar benar di nantikan ujungnya. Apakah berakhir seperti semaun dan
kertoswiryo atau memang islam bangkit dimulai dari negara kesatuan republik
indonesia. Dengan sedikit analisa kita dapat dengan mudah membagi dua kubu dan
oknum oknum serta ormas ormas yang terlibat didalamnya. Kubu pertama adalah NU
atau Nahdlatul Ulama, ada beberapa polemik memang tentang NU sebab didalam
tubuh NU terdapat beberapah haraqoh yang tak sama pandangannya namun secara
umum sekarang NU menganut ideologi islam nusantara. Mereka menjelaskan tentang
islam nusantara yakni islam yang tumbuh dan berkembang di Nusantara. Mereka
berkata ini hanya persoalan nama, namun dalam dinamika penyebarannya cenderung
untuk menyisihkan negara negara di timur tengah yang mana mereka adalah muslim
dan berawal dari sanalah tersebarnya islam. Islam nusantara memiliki ciri khas
serta budaya yang identik yang sesuai dengan kultur sosial masyarakat di
nusantara. Gerakan ini sebenaranya wajar dan dapat diterima. hanya saja, sosialisasi
penyebaran ini mengundang amarah umat islam sebab menjelekkan sunnah sunnah
yang mereka anggap itu adalah budaya dari bangsa arab, sehingga islam nusantara
= anti arab.
Ketua
PBNU ( Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) sampai mengucapkan olok olok tentang janggut
yang pasti diingat oleh masyarakat. Ada pula sekjend NU Yahya Staquf yang
menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Israel di Israel sempat bercerita
tentang toleransi dan Rahmah sebagai bentuk persaudaraan antar umat. Dan ini
mengundang polemik amarah umat islam indonesia bahkan dunia karena tindakan
keji israel terhadap bangsa palestina di respon dengan kata rahmah. Belum lagi
ormas kepemudaan NU yang dikenal dengan GP Anshor serta ormas paramiliternya
Banser yang tugasnya menurut informasi yang berkembang adalah menjaga keutuhan
serta kebhinekaan dengan semboyan NKRI Harga Mati. Banser selalu melakukan
pengamanan disetiap hari besar dan suci setiap agama yang ada di Indonesia ini,
baik Nyepi bagi agama Hindu, Waisak bagi agama Buddha, Imlek bagi Konghucu, Natal
bagi Kristen dll. Tak lupa pula selalu membubarkan atau mempersekusi pengajian
yang di buat oleh ustadz ustadz bisa kita sebut di kubu yang satunya lagi. Alasan
Banser dan Anshor lagi lagi adalah menjaga keutuhan NKRI membubarkan pengajian
yang dinilai oleh mereka menanamkan paham radikalis ingin mengubah ideologi
bangsa indonesia. Ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
mengeliminir bangsa minoritas serta menerapkan syariat islam sebagai Konstitusi
negara. Memang negara ini telah
bersepakat berdiri diatas empat pilar yakni UUD 1945, Pancasila, Bhineka
Tunggal Ika dan NKRI. Para pejuang
kemerdekaan yang mayoritas nya para ulama dengan berlapang dada menerima
ideologi ini sebagai payung yang bisa menaungi setiap suku ras agama dan
golongan yang ada di tanah Indonesia. Dan tak disangka dampaknya adalah
liberalisasi.
NU
yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia melahirkan partai politik
yakni PKB oleh cucu sang pendiri Nahdlatul Ulama yakni Hadratussyaikh Kiai Haji Hasyim Asyari. Dan kelak memenangkan
pemilu dan menjadi presiden ke 4 Indonesia menggantikan presiden B.J. Habibie.
Entah seperti apa kondisi dan keadaan sosial pada saat itu, mendorong Gus Dur
melakukan tindakan tindakan yang kontoversial, diantaranya berkeliling dunia.
ke vatikan, ke israel dll. Gus dur juga menjamin keselamatan dan memberi
kebebasan, keamanan dan kespesialan bagi warga tiong hoa atau chinese. Statemen
statemen gus dur juga masih sering diulang ulang hingga kini sebab mengandung
guyon dan juga makna. Dia pun di sebut oleh segelintir orang sebagai bapak
pluralisme indonesia. Sementara itu di pihak yang lain adalah ormas ormas yang
dengan sebenar benarnya ingin menerapkan syariat islam, Al Quran dan Sunnah.
Masyarakat muslim yang dahulu hanya di KTP mulai berangsur angsur tertarik
belajar agama. mulai mengikuti pengajian pengajian di majelis majelis.
Agama
benar benar sesuatu yang harus di mengerti di fahami dan diterapkan didalam
kehidupan sehari hari, bagai mana tidak indonesia memili populasi umat islam
terbesar di dunia sebanyak 200 juta. Namun shaff mesjid banyak kosong,
perempuan bebas tak ber hijab, bebas pacaran, hingga kejahatan ada dimana
mana.aku pribadi yang telah hidup selama 22 tahun melihat gelombang perubahan
ini begitu signifikan. Munculnya ustadz ustadz yang berbobot, berkapasitas dan
berwawasan luas serta keren berhasil menarik masyarakat, khususnya kaum muda.
Kalimat Hijrah itu seperti pengampunan dosa yang di janjikan paus bagi siapa
saja yang mengikuti perang salib. Tapi ini berbeda, masyarakat tertarik karena
yang disampaikan bukanlah omong kosong melainkan memang semua bersumber pada Al Qur`an dan Hadist serta kitab kitab klasik karya para ulama
besar sepanjang zaman.
Ditengah
missed konsepsi atau kesalahpahaman tentang islam oleh media membuat seorang
muslim merasa islam adalah agama nenek moyang yang mewaris turun temurun dan
tak perlu di kaji terlalu dalam yang penting sholat maghrib sama sholat jumat.
Tapi kini kajian kajian yang berkembang di masyarakat adalah konsep hidup mulai
dari Aqidah, Fiqih, muamalah, sejarah islam dan tentang kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar