Entri yang Diunggulkan

SEJARAH : OMNIBUS LAW

8 oktober 2020   Dimulai saat massa aksi berkumpul disuatu titik untuk bergerak. Long march dimulai ratusan mahasiswa almamater biru b...

Sabtu, 15 Juni 2019

SEJARAH : ARROYAH DIBAKAR

        Pembakaran Bendera Ar Royah Oleh Banser. Pembakaran ini terjadi di garut bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Memang hari ini umat islam telah terpecah menjadi dua golongan, perpecahan pun tak lepas dari kepentingan politik dan agama. Peristiwa yang berlangsung hari ini benar benar di nantikan ujungnya. Apakah berakhir seperti semaun dan kertoswiryo atau memang islam bangkit dimulai dari negara kesatuan republik indonesia. Dengan sedikit analisa kita dapat dengan mudah membagi dua kubu dan oknum oknum serta ormas ormas yang terlibat didalamnya. Kubu pertama adalah NU atau Nahdlatul Ulama, ada beberapa polemik memang tentang NU sebab didalam tubuh NU terdapat beberapah haraqoh yang tak sama pandangannya namun secara umum sekarang NU menganut ideologi islam nusantara. Mereka menjelaskan tentang islam nusantara yakni islam yang tumbuh dan berkembang di Nusantara. Mereka berkata ini hanya persoalan nama, namun dalam dinamika penyebarannya cenderung untuk menyisihkan negara negara di timur tengah yang mana mereka adalah muslim dan berawal dari sanalah tersebarnya islam. Islam nusantara memiliki ciri khas serta budaya yang identik yang sesuai dengan kultur sosial masyarakat di nusantara. Gerakan ini sebenaranya wajar dan dapat diterima. hanya saja, sosialisasi penyebaran ini mengundang amarah umat islam sebab menjelekkan sunnah sunnah yang mereka anggap itu adalah budaya dari bangsa arab, sehingga islam nusantara = anti arab.
        Ketua PBNU ( Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) sampai mengucapkan olok olok tentang janggut yang pasti diingat oleh masyarakat. Ada pula sekjend NU Yahya Staquf yang menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Israel di Israel sempat bercerita tentang toleransi dan Rahmah sebagai bentuk persaudaraan antar umat. Dan ini mengundang polemik amarah umat islam indonesia bahkan dunia karena tindakan keji israel terhadap bangsa palestina di respon dengan kata rahmah. Belum lagi ormas kepemudaan NU yang dikenal dengan GP Anshor serta ormas paramiliternya Banser yang tugasnya menurut informasi yang berkembang adalah menjaga keutuhan serta kebhinekaan dengan semboyan NKRI Harga Mati. Banser selalu melakukan pengamanan disetiap hari besar dan suci setiap agama yang ada di Indonesia ini, baik Nyepi bagi agama Hindu, Waisak bagi agama Buddha, Imlek bagi Konghucu, Natal bagi Kristen dll. Tak lupa pula selalu membubarkan atau mempersekusi pengajian yang di buat oleh ustadz ustadz bisa kita sebut di kubu yang satunya lagi. Alasan Banser dan Anshor lagi lagi adalah menjaga keutuhan NKRI membubarkan pengajian yang dinilai oleh mereka menanamkan paham radikalis ingin mengubah ideologi bangsa indonesia. Ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengeliminir bangsa minoritas serta menerapkan syariat islam sebagai Konstitusi negara. Memang negara ini telah  bersepakat berdiri diatas empat pilar yakni UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal  Ika dan NKRI. Para pejuang kemerdekaan yang mayoritas nya para ulama dengan berlapang dada menerima ideologi ini sebagai payung yang bisa menaungi setiap suku ras agama dan golongan yang ada di tanah Indonesia. Dan tak disangka dampaknya adalah liberalisasi.
        NU yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia melahirkan partai politik yakni PKB oleh cucu sang pendiri Nahdlatul Ulama yakni Hadratussyaikh  Kiai Haji Hasyim Asyari. Dan kelak memenangkan pemilu dan menjadi presiden ke 4 Indonesia menggantikan presiden B.J. Habibie. Entah seperti apa kondisi dan keadaan sosial pada saat itu, mendorong Gus Dur melakukan tindakan tindakan yang kontoversial, diantaranya berkeliling dunia. ke vatikan, ke israel dll. Gus dur juga menjamin keselamatan dan memberi kebebasan, keamanan dan kespesialan bagi warga tiong hoa atau chinese. Statemen statemen gus dur juga masih sering diulang ulang hingga kini sebab mengandung guyon dan juga makna. Dia pun di sebut oleh segelintir orang sebagai bapak pluralisme indonesia. Sementara itu di pihak yang lain adalah ormas ormas yang dengan sebenar benarnya ingin menerapkan syariat islam, Al Quran dan Sunnah. Masyarakat muslim yang dahulu hanya di KTP mulai berangsur angsur tertarik belajar agama. mulai mengikuti pengajian pengajian di majelis majelis.
        Agama benar benar sesuatu yang harus di mengerti di fahami dan diterapkan didalam kehidupan sehari hari, bagai mana tidak indonesia memili populasi umat islam terbesar di dunia sebanyak 200 juta. Namun shaff mesjid banyak kosong, perempuan bebas tak ber hijab, bebas pacaran, hingga kejahatan ada dimana mana.aku pribadi yang telah hidup selama 22 tahun melihat gelombang perubahan ini begitu signifikan. Munculnya ustadz ustadz yang berbobot, berkapasitas dan berwawasan luas serta keren berhasil menarik masyarakat, khususnya kaum muda. Kalimat Hijrah itu seperti pengampunan dosa yang di janjikan paus bagi siapa saja yang mengikuti perang salib. Tapi ini berbeda, masyarakat tertarik karena yang disampaikan bukanlah omong kosong melainkan memang  semua bersumber pada Al Qur`an dan Hadist  serta kitab kitab klasik karya para ulama besar sepanjang zaman.
        Ditengah missed konsepsi atau kesalahpahaman tentang islam oleh media membuat seorang muslim merasa islam adalah agama nenek moyang yang mewaris turun temurun dan tak perlu di kaji terlalu dalam yang penting sholat maghrib sama sholat jumat. Tapi kini kajian kajian yang berkembang di masyarakat adalah konsep hidup mulai dari Aqidah, Fiqih, muamalah, sejarah islam dan tentang kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar