Entri yang Diunggulkan

SEJARAH : OMNIBUS LAW

8 oktober 2020   Dimulai saat massa aksi berkumpul disuatu titik untuk bergerak. Long march dimulai ratusan mahasiswa almamater biru b...

Rabu, 12 Juni 2019

SEJARAH : NGEBACOT SOAL KOMUNISME PART 1

       Pertentangan kelas begitu menarik dan begitu memacu adrenalin untuk terus menelisik kronologinya lebih dalam. Sebab manusia berubah sedemikian rupa dan bertindak sedemikian rupa merespon keadaan yang sedang terjadi. Orang orang yang tertindas, terpaksa, terperbudakkan diam diam menyimpan sesuatu. Di sisi yang lain ada suatu golongan yang menyembah keuntungan atau laba yang terus menciptakan konsep untung rugi ekonomi yang hampir sampai kepada eksplotasi tak kasat mata tapi tersirat fakta.
Aku mengambil pengertian yang sederhana perihal kejadian tersebut. Sesederhana mungkin dikarenakan hal hal yang mengejutkan dan menggemparkan ini agak sedikit mustahil untuk dapat terjadi kembali di zaman millenial seperti sekarang ini.
Pada awal mula nya yakni di awal tahun 1843 eropa masih dikuasai oleh monarki absolut, dengan sistem yang mana kita ketahui bahwa suatu negara di pimpin oleh seorang raja hingga akhir hayatnya dan diteruskan oleh putra mahkotanya lalu digantikan lagi oleh penerusnya dan seterusnya. Periodik Ini terus menerus bergulir sampai kepada takdir yang akan membawa menjadi seperti apa negara tersebut di kemudian hari.
Ternyata sistem monarki itu atau  pelaksana sistem itu tak mampu menyelesaikan krisis ekonomi, kelaparan dan resesi. Sebagai mana negara sakit, mereka diujung perubahan.
Perubahan tatanan atau perlawanan yang dilakukan oleh konseptor pembaharuan tatanan sosial  kepada pemegang kekuasaan lama ditenggarai dengan revolusi industri di inggris yang mengharuskan mempekerjakan rakyat sebanyak mungkin namun dengan gaji yang se - sedikit mungkin untuk memperoleh laba sebanyak mungkin.
Revolusi industri telah melahirkan entitas baru dalam kelas masyarakat yakni Proletarian. Yakni, para buruh dan pekerja yang bekerja tak henti henti untuk mensejahterakan sang pemilik pabrik/modal. Nah, para pemilik modal atau para bangsawan disebut kelas borjuis. Penamaan borjuis dan proletar serta interpretasi detailnya di ciptakan oleh Friederich Engels. Walau dia terlahir dari rahim borjuis si pemilik pabrik tekstil di manchaster inggris yang memperkerjakan begitu banyak rakyat inggris dia menaruh simpati kepada para proletar dan menulis riset tentang penderitaan serta perbedaan kelas yang sangat kontras antar proletar dan borjuis.
Ketimpangan sosial ini lantas menarik perhatian serta keprihatinan segelintir orang dari berbagai negara yang kelak akan menjadi tokoh dalam konsepsi dan pergerakan global dan universal. merenung dan berfikir. Mereka mulai menyiapkan siasat dan penyebaran paradigma baru. Seperti Proudhon di Perancis, Weitling di Inggris, Engels di Manchaster, Marx di Jerman, Bakunin di Rusia dan banyak lagi. Mereka semua adalah Hegelian.
Tentu dengan kuantitas besar, para proletar menjadi suatu kelompok yang sangat kuat bila di arahkan untuk melakukan sesuatu. Lihat saja jumlah penegak hukum 1 berbanding 100. Tentu massa sebanyak ini dapat menjadikan chaos besar besaran bahkan membubarkan sebuah Negara.
Para tokoh tokoh yang disebutkan pun mulai membentuk organisasi buruh yang kelak bernama the Communism League. Organisasi inilah kelak yang menanamkan konsep ide dan gagasan dan memotori pergerakan ini sampai ke banyak belahan dunia.
Berikut merupakan beberapa perbedaan sudut pandang antara kaum borjuis dan proletar berdasarkan konsep/doktrin yang telah dirancang oleh para tokoh the Communism League:

No.
                                  Pebedaan
1.
Kapitalis
Sosialis
2.
Kepemilikan
Perampasan
3.
Mempekerjakan
Mengeksploitasi
4.
Perbedaan kelas sosial
Semua manusia setara
5.
Privatisasi
Milik bersama


            Dalam sebuah film berjudul ``the young karl marx`` dikisahkan perpecahan di dalam tubuh the communism league. Pada saat itu para tokoh – tokoh komunis sedang berkumpul untuk menyusun sebuah doktrin sederhana namun dapat diterima dan di fahami oleh seluruh proletar. Namun, marx menggugat sebab doktrin itu sangat sederhana. Para proletar harus di cerdaskan terlebih dahulu agar tidak menjadi fanatisme buta. Seolah marx tidak meginginkan faham ini menjadi seolah rakitan bom yang terserah kapan mau diledakkan. marx mulai mengkritik para tokoh the communism league.
            Pada tahun 1917 terjadi Revolusi Bolshevik di Russia yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. Revolusi ini merupakan revolusi terbesar kaum proletar terhadap borjuis. Para buruh dan petani serta kaum miskin kota turun ke jalan jalan.
            Meski kita melihat kisah ini adalah sesuatu yang heroik dan juga dramatis, setelahnya ada banyak problematika pada negara yang menganut ideologi dan sistem komunis. Sebut saja Uni Soviet sepeninggal Lenin dipimpin oleh Joseph Stalin. Stalin menyingkirkan semua pihak yang tidak sepaham dengannya. Stalin menerapkan sistem kepemilikan oleh negara. Semua kekayaan masyarakat diserahkan kepada negara. Mereka mereka yang menolak, diasingkan bahkan dibunuh. Sejarah mencatat stalin bertanggung jawab atas hilangnya nyawa 40 juta rakyat Uni soviet dalam 30 tahun kepemimpinannya. Sebab dalam penerapan sistemnya manusia benar benar jadi seperti robot. Ketika bertani semua orang bertani, ketika mencari tambang semua mencari tambang. Dan itu diwajibkan pemerintah kepada seluruh rakyatnya.
            Setelah itu China dengan revolusi budayanya. China adalah suatu entitas masyarakat yeng telah menciptakan peradaban kuno dan ekslusif terhadap bangsa luar. Sampai akhirnya mereka membuka diri dengan bangsa asing. Bangsa barat pun mulai menyinggahi china dan membawa pemikirannya. Awal mula adalah pemikiran charles darwin dengan teori evolusinya. Bukunya yang berjudul the origin of spesies diterjemahkan kedalam bahasa china. Banyak orang yang tertarik dan menerima teori itu. Sampai pada masa pemerintahan Mao Zedong, rakyat china mendapat penderitaan yang sangat berat, diantaranya rakyat tidak punya hak milik, yang ketahuan menyimpan sesuatu dianggap penghianat dan harus dihukum mati. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar